Selamat Datang di BLOG KORAN METRO REALITAS -- Menyajikan Beragam Informasi Peristiwa dan Olahraga
« »

175 PMKS Terjaring di Jaktim

Rabu, 07 April 2010


JAKARTA - Meski Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur telah berulang kali melakukan penertiban, namun hingga kini Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) masih marak di wilayah tersebut. Karenanya, pemerintah setempat akan terus menertibkan PMKS yang masih berkeliaran di tempat umum. Sebab kehadiran mereka dianggap melanggar Perda nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Sepanjang Januari-April ini saja, tercatat sudah ada 175 PMKS yang berhasil dijaring dalam sebuah razia di wilayah Jakarta Timur. Umumnya para PMKS ini adalah para pengamen yang berada di setiap perempatan jalan. Seperti di kawasan Bioskop Buaran, perempatan Coca-Cola dan perempatan Pusat Grosir Cililitan (PGC). Selain itu ada juga diamankan di tempat lain seperti di depan LP Cipinang, Gunung Antang, Metropos, dan gedung eks Markas Kodim 0505/BS.

Ke-175 PMKS yang terjaring itu terdiri dari 24 wanita tuna susila, 25 gelandangan, 13 pengemis, 22 psikotik, 81 pengamen, 4 pemulung, 4 waria dan 2 pedagang asongan. Mereka dijaring petugas saat tengah beroperasi di beberapa titik rawan tersebut. Kini seluruhnya telah dibawa ke Panti Rehabilitasi Sosial Cipayung dan Kedoya untuk diberikan keterampilan agar tidak kembali ke jalan.

Kasie Pelayanan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jaktim, Sri Utami, mengakui bahwa untuk membersihkan PMKS di wilayah DKI Jakarta memang sangat sulit. Namun dengan adanya razia secara rutin di setiap wilayah tentunya akan mengurangi jumlah mereka yang masih mencari penghasilan di jalan dengan cara mengemis.

“Kalau untuk membebaskan wilayah Jaktim dari PMKS saya rasa sulit, karena wilayah ini berbatasan dengan Bekasi, Depok, dan Bogor. Bahkan akses masuknya pun sangat mudah. Karena itu kami terus melakukan razia PMKS secara rutin di titik-titik rawan untuk mengurangi jumlah keberadaan mereka,” ungkapnya kepada beritajakarta.com, Rabu (7/4).

Ia juga sangat menyayangkan dengan maraknya PMKS yang dirasakan telah mengganggu ketertiban umum, terutama para pengguna jalan. Karena jika terus berada di jalanan tentunya akan memperburuk citra wilayah Jakarta Timur. Selain pengamen, PMKS yang banyak didapati oleh petugas yaitu para gelandangan yang tengah tertidur di pinggir jalan atau di taman kota. ”Banyak kami temukan gelandangan di depan-depan ruko di Jl Radin Inten, di kolong flyover serta di Taman Viaduk. Saat kami tangkap mereka sedang terlelap, karena biasanya kami lakukan razia pada malam hari,” tukasnya. Jok/Bjc