Selamat Datang di BLOG KORAN METRO REALITAS -- Menyajikan Beragam Informasi Peristiwa dan Olahraga
« »
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Marciano Norman Kembali Pimpin PB PBTI

Kamis, 19 Februari 2015

KETUA BIN (Badan Inteljen Negara) Letjen TNI (Pur) Marciano Norman (MN) kembali dipercaya untuk memimpin Pengurus Besar (PB) Taekwondo Indonesia (TI) periode tahun 2015 - 2019. Ia terpilih secara aklamasi pada acara pemilihan Ketua Umum dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII PB Taekwondo Indonesia (TI) di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta, Selasa (17/2/2015).

Usai terpilih Norman mengatakan, ke depan PB TI akan terus melakukan regenerasi semua aspek. Termasuk para atlte nasional, jelang tampil di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro dan Asian Games 2018 Jakarta.

"Saya bersyukur dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan saya kembali memimpin PB TI. Ke depan mari kita sama-sama membangun taekwondo ini menuju prestasi dunia. Untukitu, regenerasi atlet wajib kita lakukan. Saya juga berharap agar program-program di masa empat tahun lalu belum berjalan mari kita perbaiki, benahi, dan melanjutkan program yang sudah ada," jelas mantan Dan Paspampres ini kepada wartawan.

Norman meminta kepada pengprov-pengprov untuk bergandeng tangan membangun pembinaan di daerah-daerah. "Kita juga tidak melupakan pembinaan di daerah-daerah. Kepada semua pihak mari kita membangun olahraga taekwondo Indonesia agar lebih maju dan berprestasi," tambah mantan Pangdam Jaya ini.

Munas PB TI 2015 itu diikuti oleh 34 pengurus Taekwondo tingkat provinsi seluruh Indonesia. Sementara itu, Tim Formatur yang akan menyusun kepengurusan PB TI Periode 2015-2019 adalah A Tambi dari Riau, Aangr L A. Ananda dari Bali dan Wesley Tauntu Perma dari Yogyakarta. Ketua Komisi B yakni bidang program kerja. (Jordan)

READ MORE - Marciano Norman Kembali Pimpin PB PBTI

3.000 Penggoes Ikuti Fun Bike Fun Bike Yon Bekang-3/Rat

Rabu, 18 Februari 2015

PASCA menggelar kegiatan karya bakti, mengunjungi dan memberikan tali asih kepada Yayasan Rumah Piatu Muslimin, kemudian berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Batalyon Bekang-3/Rat kembali menggelar kegiatan yang lebih semarak yakni, Fun Bike dan donor darah.

Kedua kegiatan tersebut digelar di markas Yon Bekang-3/Rat, Minggu (15/2/2015) di kawasan Bungur, Senen. Sebanyak 3.000 peserta yang berasal dari kawan Jabodetabek ikut ambil bagian yang terdiri dari masyarakat biasa, anggota TNI dari Koramil, Kodim, Kodam, dan warga Batalyon Bekang-3/Rat juga turut berpartisipasi.

Komandan Yon Bekang-3/Rat Letkol. Cba PB Usman Tanjung mengatakan, kegiatan yang digelar pihaknya masih dalam rangka HUT Yon Bekang-3/Rat yang ke-52. Selain itu, kegiatan semacam ini termasuk kegiatan teritorial di mana anggota TNI dan masyarakat menyatu atau manunggal sebagai mana diamanatkan KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo.

“Namun yang tak kalah penting adalah menghidupkan kembali semboyan mengolahragakan masyarakat dan memasyrakatkan olahraga. Intinya, agar kondisi fisik kita tetap bugar. Sehingga semboyan yang diusung KSAD dan Yon Bekang-3/Rat, selalu berbuat terbaik, berani, tulus, dan iklas benar-benar bisa diterapkan di tengah-tengah masyarakat,” tutur pria alumni Akmil 1997 ini.

Tanjung juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk para sponsor yang telah menyukseskan acara Fun Bika Yon Bekang-3/Rat yang menempuh jarak 12 km. “Berkat dukungan sponsorlah acara ini bisa digelar dengan sukses meski suasana hujan lebat. Begitu juga kepada peserta yang datang dari Jabodetabek, mereka begitu antusias dan luar biasa,” tegas alumni SMA 2 Medan ini. Gan
READ MORE - 3.000 Penggoes Ikuti Fun Bike Fun Bike Yon Bekang-3/Rat

Iran Juara Umum, Indonesia Tak Capai Target

Rabu, 25 Juni 2014

TIM karate tuan rumah Indonesia yang menurunkan Tim Garuda A dan B, hanya mampu finis diperingkat ketujuh dan 12 di ajang Kejuaraan Karate BRI Primere League 2014 yang berlangsung di Stadion Indor Tenis, Senayan, Jakarta. Hasil itu tak mencapai target PB FORKI, yang mematok posisi lima besar. Bahkan tahun lalu di ajang yang sama Indonesia sebagai tuan rumah sukses meraih gelar juara umum.
Menanggapai hasil yang kurang memuaskan itu karateka Indonesia Umar Syarief menyatakan sudah saatnya ini mengadakan regenerasi atlet, jangan hanya bergantung kepada karateka senior, seperti saya ini.
“PB FORKI harus segera bebenah jangan hanya bergantung kepada atlet senior. Sementara lapis di bawah sangat jauh preatasinya. Berikan kesempatan bagi karate lainnya. Jam terbang dan pngalaman bertanding mereka juga harus ditambah,” kata Umar kepada wartawanua.
Masih menurut Umar yang kini lebih menekuni karate-pro di Benua Biru itu, bahwa yang terpenting adalah kesejahteraan atlet juga harus diperhatikan. Ia juga mengkritik pemerintah yang tak kunjung mencairkan bonus SEA games 2013 lalu.
“Bonus hingga kini belum cair juga, saya meminta perhatian Kantor Menpora sebagai kepanjang-tangan pemerintah. Untuk segera mengambil sikap. Kasihan atlet yang sudah berjuang dengan susah payah. Namun prestasinya tak dihargai. Kan ini hak kami yang sudah dijanjikan, tak ta kunjung cair,” tegas Umar.
Dalam ajang Kejuaraan Karate BRI Premiere League 2014 itu Iran keluar sebagai juara umum dengan meraih 6 emas, 4 perak, serta 5 perunggu. Peringkat kedua diduduki Jepang, 3 emas, 1 perak, dan 3 perunggu, disusul Korea dengan raihan dengan 1-1-6.
Sedangkan Tim Indonesia A berada di posisi ketujuh dengan mengantongi 2 perak dan 3 perunggu. Garuda B mengoleksi 2 perunggu. Dua medali perunggu untuk Garuda A dipersembahkan, Tiara Pujakusuma di kelas -55. Ia di final dikalahkan karateka Jepang, Miki Kobayashi. Satu lagi medali perak diraih tim karate beregu putra di nomor kata senior.
Dua medali perunggu untuk Garuda B diraih dari nomor kata beregu putra dan Sisilia Ora yang tampil di nomor kata individual putri. Hasil ini memang sangat menurun jauh bila dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu Indonesia bertengger sebagai juara umum. Namun kali ini jangnkan mencapai target, meraih medali emas pun tidak. (Jordan)

READ MORE - Iran Juara Umum, Indonesia Tak Capai Target

Unindra Siap Buka 3 Fakultas Non Keguruan

Jumat, 20 Desember 2013

TINGKATKAN mutu Universitas Indra Prasta PGRI (Unindra) tambah tiga Jurusan non keguruan. Ketiga program jurusan tersebut adalah Fakultas Sastra Inggris, Akuntasi dan Teknik Informatika. Demikian ditegaskan Rektor Unindra Prof DR Sumaryoto. Sehingga nantinya Unindra mempunyai tujuh fakultas. Sebelumnya sudah terdapat empat fakultas keguruan, yakni IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Menurut Sumaryoto bahwa penambahan ketiga fakultas (jurusan) tersebut sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar. “Ternyata tak semua tamatan dari Unindra harus menjadi guru. Bahkan banyak yang bekerja di beberapa perusahaan, baik swasta maupun perusahaan asing. Sehingga kami menangkap peluang ini. Akhirnya kami berpikir untuk mengembangkan sayap,” kata Sumaryoto kepada Investigasi brief.com di Kampus Unindra, Kamis (19/12).
Namun demikian menurut Sumarnyoto untuk membuka ketiga fakultas tersebut pihaknya harus mematuhi regulasi yang berlaku. Artinya harus diakreditasi (pengakuan) terlebih dahulu. “Kami harus mempersiapkan persyaratannya. Selain akreditasi, kami juga harus menyiapkan para staf pengajar minimal bergelar S2. Dan syarat ketiga adalah mempersiapkan sarana dan prasarana,’ tandas pria yang dikenal super sibuk itu.
Menyinggung mengapa Unindra tetap eksis dan mampu bersaing dengan Universitas Swasta dan Negeri yang ada di Jakarta. Sumaryoto menjelaskan bahwa pihaknya bekerjas berdasarkan keterbukaan, kejujuran dan menejemen keluarga. “Ketiga azas dasar itu lah patokannya, sehingga kami sanggup memberlakukan kebijakan pembayaran SPP sampai harga termurah mencapai Rp 125 Ribu. Ini angka yang sangat murah. Tapi kami tak mau dianggap murahan,” tandas pria yang murah senyum itu.
Masih menurut Sumaryoto bahwa hingga kini sudah puluhan ribu mahasiswa/mahasiswi yang kami lahirkan. “Unindra menargetkan dalam setiap wisuda minimal 2000 mahasiswa. Jumlah itu bukan semata mata hanya mengejar target jumlah, namun kami juga menjaga kualitas. Artinya benar-benar para mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan nilai akademik yang kami tentukan,” tambah pria yang akrab dipanggil pak Mar itu.

Menurut Sumaryoto bahwa dalam waktu dekat Unindra akan menggelar Wisuda ke-40 dan 41, 18 Januari 2014 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Rencananya ada sebanyak 2.000 mahasiswa dari program studi S1 dan S2 akan diwisuda dalam dua tahap sehari.
“Dalam sehari kita akan mewisuda mahasiswa dua kali. Artinya dua angkatan, yakni ke-40 dan 41. Kami sebenarnya menargetkan 2.400. Namun, kalau tidak terpenuhi mungkin sekitar 2.000 mahasiswa yang akan kita wisuda. Jadi, jadwalnya sangat ketat. Baru kali ini kita melakukan wisuda sehari dua kali,” ungkap Sumaryoto.

Program lainnya yang mengembirakan adalah adanya tawaran beasiswa dari pihak universitas luar negeri. “Kami sudah mendapat tawaran beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi dari pihak universitas Malaysia dan Brunei Darusalam. Namun kami harus mempelajarinya terlebih dahulu. Ada beberapa persyaratan yang menjadi kendala. Selama ini kami memang telah mendapat program bea siswa baik dari Supersemar, swasta dan beberapa perusahan bonafid,” jelas Sumaryoto. (Jordan)

READ MORE - Unindra Siap Buka 3 Fakultas Non Keguruan