
JAKARTA - Keberadaan omprengan atau angkutan umum berpelat hitam yang marak di Jalan Semanan Raya, Kalideres, Jakarta Barat sejak lama dikeluhkan oleh para awak angkutan kota (angkot) resmi berpelat kuning. Selain beroperasi tidak resmi, keberadaan mereka juga dikeluhkan oleh pengguna jalan yang rata-rata dirugikan karena aksi ugal-ugalan sopir serta kerap menjadi biang kemacetan.
Sayangnya meski telah sering kali ditertibkan, keberadaan omprengan semakin menjamur. Terbukti, saat ini saja, omprengan yang melintasi Jalan Semanan Raya terhitung sekitar ratusan unit setiap harinya. "Percuma mas, sekarang ditertibkan besok juga ada lagi. Bosan ngomongin omprengan," ujar Johan (34) sopir Mikrolet C115 jurusan Kalideres-Cileduk yang trayeknya juga dilintasi omprengan, Rabu (7/4). "Ujung-ujungnya kita malah beradu otot, habis petugasnya tutup mata," sambung Johan yang mengaku pendapatannya terus berkurang seiring menjamurnya omprengan.
Johan mengatakan, keluhan juga datang dari sopir-sopir lainnya seperti KWK 04 jurusan Kalideres-Kebonjeruk dan R 25 jurusan Kalideres-Ketapang. Bahkan, upaya mediasi yang melibatkan wadah sopir angkutan resmi, pihak Sudin Perhubungan, dan kepolisian dengan pemilik omprengan yang beberapa kali telah dilakukan tidak pernah berujung kesepakatan. "Yang ada, sopir omprengan malah lebih galak dari kita," kata Johan lagi.
Pantauan beritajakarta.com di Jalan Semanan Raya, tampak sejumlah omprengan berlomba-lomba menarik penumpang dengan angkot resmi berplat kuning. Parahnya lagi, omprengan tersebut juga terlihat seenaknya mengangkut penumpang dan berhenti atau mangkal bukan tempatnya sehingga menyebabkan kemacetan.
Kepala Seksi Operasional Sudin Perhubungan Jakarta Barat, Suyoto, mengaku sering menerima laporan mengenai maraknya omprengan atau angkutan umum berpelat hitam di Jalan Semanan Raya. Namun Sudin Perhubungan Jakarta Barat tidak dapat berbuat banyak, lantaran kewenangan penertiban berada di pihak kepolisian. Namun dia berjanji akan berkoordinasi dengan kepolisian guna mencari jalan keluar masalah tersebut. “Kami akan berusaha berkoordinasi dengan kepolisian untuk mencari solusinya," tandas Suyoto. Jok/Bjc
Pangdam Jaya: Ada Umat Islam Pakai 'Amar Makruf' untuk Klaim Kebenaran
5 tahun yang lalu