
Jakarta-Sebanyak 550 atlet dari 30 Pengrov dipastikan tampil di ajang Kejurnas Remaja dan Junior. Yang akan berlangsung di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada 7-9 April mendatang.
Event ini merupakan seleksi untuk pembentukan tim atlet Indonesia dalam menghadapi Kejuaraan ASEAN Junior pada 17-18 Juni mendatang di tempat yang sama. Selain itu dalam kejurnas kali ini akan diperlombakan lari 1000m bagi remaja.
Menurut Ketua Umum PB PASI Bob Hasan kajurnas kali ini, merupakan bagian penting dalam proses pembinaan dan pencarian bibit atlet berbakat. “Event kali ini sangat penting bagi PASI untuk menyaring atlet guna menghadapi Kejuraan ASEAN Juni mendatang,” kata Bob Hasan kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Bob menambahkan bahwa nomor baru yang coba diperlombakan kali ini punya nilai gengsi yang cukup tinggi. Pasalnya nomor lari 1000m remaja juga dipertandingkan di ajang Olimpiade Remaja (Olympick Youth). “Saya rasa kita punya potensi altet untuk nomor tersebut. Tak ada salahnya kita menyaring atlet yang berbakat, untuk dibina. Dan diterjunkan dalam ajang internasional,” tegas Bob.
Dalam kejuaraan kali ini, PT Sido Muncul dengan produk unggulannya Tolak Angin dan Kuku Bima, ikut ambil bagian mensukseskan event ini. Menurut Dirut PT Sido Muncul Irwan Hidayat partisipasi kali ini merupakan ujud dari kepeduliannya dalam proses pembinaan atlet Indonesia.
“Kami yakin apabila kaum remaja gemar berolahraga, diyakini mereka akan jauh dari perbuatan yang negatif. Seperti terlibat dalam narkoba, meroko dan tawuran antar pelajar. Tak ada salahnya kita menyalurkan bakat mereka. Saya yakin mereka pasti punya potensi. Dan inilah kesempatan emas bagi remaja untuk membuktikan prestasinya,” kata Irwan kepada wartawan.
Dalam kejurnas kali ini, pihak PASI menjanjikan bonus sebesar Rp 500juta bagi atlet yang mampu menembus limit 2.20 untuk putra dan putri 2.45. Limit ini kusus untuk nomor 1000m remaja. Sementara hadiah lainnya berupa bea siswa bagi para pemenang dari salah satu bank nasional. Jordan
Pangdam Jaya: Ada Umat Islam Pakai 'Amar Makruf' untuk Klaim Kebenaran
5 tahun yang lalu