
CIREBON - Ratusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tidak mengikuti ujian nasional (UN). Meski diberikan kesempatan untuk mengikuti UN susulan, namun banyak yang tidak mengambil kesempatan tersebut. Akibatnya, mereka tidak bisa menerima ijazah kelulusan.
Kasi Kesiswaan Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Iman Sukiman, menjelaskan, jumlah siswa yang tidak mengikuti UN mencapai 300 orang. Seharusnya, para siswa itu menempuh UN susulan supaya tetap dapat lulus dari jenjang pendidikan SMP.
''Tapi sayang, dari jumlah tersebut, hanya 20 persen yang mengikuti UN susulan,'' ujar Iman di Cirebon, Rabu (7/4).
Iman mengatakan, ada beberapa alasan yang menyebabkan para siswa tidak mengikuti UN, baik UN utama maupun UN susulan. Dia menyebutkan, alasan tersebut di antaranya ada siswa yang mengundurkan diri, bahkan ada pula yang meninggal dunia.
Selain itu, tercatat ada juga tiga siswa yang akan berangkat bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri. Saat UN berlangsung, ketiga siswa tersebut telah berada di penampungan TKI di Jakarta.
''Karena tidak ikut UN, maka mereka dipastikan tidak bisa mendapatkan ijazah kelulusan,'' tegas Iman.
Sementara itu, di Kota Cirebon, jumlah siswa SMP yang tidak mengikuti UN utama hanya berjumlah tujuh siswa. Namun, berbeda dengan para siswa di Kabupaten Cirebon, ketujuh siswa tersebut saat ini sedang mengikuti UN susulan. ''Pelaksanaan UN susulan digelar di SMP 4 Kota Cirebon,'' ujar Kabid Dikdas, Disdik Kota Cirebon, Oma Rustama.
Oma menambahkan, dalam pelaksanaan UN susulan, diberlakukan prosedur yang sama dengan UN utama. Dia menerangkan, pelaksanaan UN susulan tetap diawasi secara ketat oleh pengawas dan pendistribusian soal pun dikawal oleh aparat kepolisian. ''Jadi kami menjamin soal tidak akan bocor,'' kata Oma.
Seperti diketahui, pada pelaksanaan UN tahun ini, pemerintah melaksanakan UN dua kali, yakni UN utama dan UN susulan. Dengan demikian, siswa yang tidak mengikuti UN utama, bisa mengikuti UN susulan.
Untuk tingkat SMP, UN utama dilaksanakan pada 29 Maret hingga 1 April 2004. Sedangkan UN susulan dilakukan pada 5 April hingga 8 April 2010.
Pangdam Jaya: Ada Umat Islam Pakai 'Amar Makruf' untuk Klaim Kebenaran
5 tahun yang lalu