
JAKARTA - Rentetan peristiwa kebakaran yang melanda dua pasar besar di Jakarta membuat desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap PD Pasar Jaya, selaku pengelola pasar di wilayah DKI Jakarta semakin menguat. Setelah beberapa waktu lalu keinginan tersebut muncul dari kalangan dewan, kini disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.
"Evaluasi pasti akan dilakukan. Apalagi, yang berkaitan dengan peristiwa kebakaran yang merugikan orang banyak dan lain sebagainya. Tetapi, memang hal itu harus bertahap dan itu harus dilakukan dengan baik," ujar Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota, Selasa (6/4).
Fauzi Bowo mengatakan, evaluasi yang akan dilakukan nantinya juga akan mencakup bagaimana pengelolaan gedung atau estate management yang selama ini telah dilakukan PD Pasar Jaya. Jangan sampai, dugaan yang ditujukan kepada PD Pasar Jaya selama ini, bahwa mereka melakukan pengelolaan gedung karena kepentingan melakukan jual beli kios kembali mengemuka. Tuduhan tersebut, seharusnya dapat dimentahkan melalui evaluasi terhadap kinerja yang dilakukan PD Pasar Jaya. "Dengan evaluasi estate management, diharapkan perbaikan kinerja PD Pasar Jaya bisa dilakukan dengan lebih baik," katanya.
Menanggapi rencana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang akan memanggil jajaran direksi PD Pasar Jaya terkait banyaknya persoalan yang muncul belakangan ini, Fauzi Bowo menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Karena pemanggilan tersebut sesuai dengan tugas dan fungsi yang dimiliki anggota dewan. “Itu diatur dalam kontitusi, jadi pemanggilan oleh dewan adalah hal yang biasa,” tandasnya.
Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Jaya, Djangga Lubis menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan keinginan anggota dewan yang hendak memanggil jajaran direksi perusahaan yang dipimpinnya. Ia beralasan, sejak dirinya mengemban amanah sebagai Dirut PD Pasar Jaya, sama sekali tidak pernah terpikir untuk membuat kesalahan yang disengaja. Menurutnya, pemanggilan tersebut sebagai sesuatu yang biasa dan dirinya menilai, pemanggilan itu sebagai klarifikasi yang harus dijelaskan di hadapan dewan. “Kami siap dipanggil,” katanya singkat.
Djangga menjelaskan, musibah yang terjadi di dua pasar besar di Jakarta dan dalam waktu yang berdekatan, bukanlah peristiwa yang diharapkan semua orang termasuk dirinya. Djangga mengaku, di semua pasar yang dikelola PD Pasar Jaya telah menerapkan sistem antisipasi penanganan bencana kebakaran. Sistem yang diterapkan, termasuk dengan pemasangan peralatan pencegahan dan penyelamatan pertama yang dibutuhkan seperti alat hidran. Khusus untuk gedung Pasar Kebayoranlama, sambungnnya, hidran yang terpasang berjumlah 8 unit.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Lulung Lunggana mengatakan, evaluasi kinerja PD Pasar Jaya mut;ak dilakukan karena berkenaan dengan tata kelola pasar. Dengan kata kelola yang sudah dilakukan secara maksimal saat ini saja, kata dia, berbagai kejadian buruk masih terjadi di pasar. "Terkait munculnya berbagai masalah ini, DPRD akan memanggil PD Pasar Jaya," kata Lulung. Jok/Bjc
Pangdam Jaya: Ada Umat Islam Pakai 'Amar Makruf' untuk Klaim Kebenaran
5 tahun yang lalu