
JAKARTA - Setelah berjuang keras di babak penyisihan, akhirnya delapan tim sepak bola SMA memastikan berlaga di babak perempat final Liga Pendidikan Indonesia (LPI). Pertandingan digelar mulai hari ini, Selasa (6/4).
Ke-8 tim yang berhasil lolos ke babak perempat final yaitu SMK Yaperjasa, SMAN 44 Jakarta, SMA Taruna Persada, SMK Mercusuar, SMAN 97, SMK 1 Tanjungpriok, SMA Fajrul Islam, dan SMAN 95. Pertandingan dilangsungkan di GOR Ragunan Jakarta Selatan dan GOR Klender Jakarta Timur.
Sedangkan untuk kategori Mahasiswa, dari 10 tim yang mengikuti pertandingan, 3 di antaranya masuk babak final. Mereka adalah Universitas Perbanas, Politeknik Negeri Jakarta, dan Universitas Budi Luhur. Babak final akan dilaksanakan pada 7-12 April mendatang.
"Pertandingannya juga digelar di dua lokasi berbeda yakni di GOR Rawamangun dan Stadion Gongseng Pasarrebo, Jakarta Timur," jelas Valentino, pengawas pertandingan saat ditemui di GOR Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (6/4).
Valentino menambahkan, untuk sistem pertandingan yang digunakan pada tingkat mahasiswa adalah setengah kompetisi, di mana semua tim yang masuk final akan bertemu. Sedangkan untuk SMA, menggunakan sistem play off yaitu jika tim kalah tidak akan bertanding lagi. Namun untuk yang menang akan lanjut ke babak berikutnya.
Kapten SMAN 97 Yoel Adrian mengatakan, dari 3 tim yang telah menjadi lawannya, SMK 1 Tanjungpriok merupakan lawan yang paling tangguh. Dalam babak penyisihan SMA 97 sempat bertanding melawan SMA Hangtuah 1 dan menang dengan skor 10-1. Kemudian melawan SMK Muhammadiyah dengan skor 3-0. Sedangkan memasuki perempat final ini, mereka melawan SMK 1 Tanjungpriok dan menang 3-0. "Lawan kami yang paling seimbang adalah SMK 1 Tanjungpriok ini, kekuatan mereka dengan kami hampir seimbang. Mereka kuat di bagian belakang," jelasnya.
Untuk menghadapi pertandingan lanjutan nanti, di samping tetap rajin berlatih Yoel dan kawan-kawan juga akan lebih memperkuat kebersamaan antar tim. "Kebersamaan antar tim juga perlu ditingkatkan, selain persiapan latihan yang matang," tandasnya. Jok
Pangdam Jaya: Ada Umat Islam Pakai 'Amar Makruf' untuk Klaim Kebenaran
5 tahun yang lalu