
Jakarta- Federasi Non Government Organization (FedNGO) Indonesia me-launching Akademi Bela Negara (ABN) di Jakarta, Kamis (5/5). Tujuannya dalam rangka mentransformasikan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila yang kini dinilai mulai luntur dikalangan masyarakat.
Organisasi gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini menyatakan perang terhadap aksi-aksi teror maupun yang merusak ideologi bangsa, baik berlandaskan agama, kesukuan atau kepentingan politik.
“Segala bentuk aktivitas yang dapat menimbulkan instabilitas dan menghancurkan semangat Persatuan dan Kesatuan di bumi nusantara harus kita lawan. LSM akan menjadi “mata dan telinga” dan pemerintah diharapkan perlu mensosialisasikan nilai moral Pancasila, agar pemahaman dalam berbangsa dan bernegara tidak kalah oleh doktrinasi yang berbau agama dan kesukuan,” tegas Ketua Umum Federasi NGO Indonesia (FedNGO Indonesia), HM. Jusuf Rizal, SE, M.Si didampingi Sekjen FedNGO, M. Fatkhi Asmar, SH, MH usai peluncuran Akademi Bela Negara (ABN) di Hotel Sultan, Jakarta.
Jusuf Rizal yang juga menjabat sebagai Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) menyatakan saat ini telah terjadi krisis rasa memiliki terhadap bangsa serta krisis memahami ideologi Pancasila. Bilamana ini terus dibiarkan akan menyuburkan lahirnya ideologi baru bahkan menyuburkan faham komunis yang sejak lama kita perangi. Untuk itu momentum munculnya gerakan aksi teroris yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia (NII) harus dijadikan pelajaran bagi pemerintah guna membangun semangat kebangsaan dan Pancasila.
Menurut M. Fatkhi Asmar, SH, MH, lahirnya Akademi Bela Negara (ABN) Federasi NGO Indonesia ini merupakan salah satu sikap kritis dari LSM yang prihatin dengan kondisi bangsa Indonesia. Generasi muda mulai banyak yang tidak memahami ideologi Pancasila. Rasa nasionalis dan patriotik makin luntur dan lambat laun ini akan berbahaya bagi kelangsungan berbangsa dan bernegara. Gerakan separatisme yang merongrang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tentu akan makin subur.
Karena itu melalui ABN nanti akan ditransformasikan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila.
ABN nanti akan bekerjasama dengan Departemen Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga, Para Gubernur/Walikota/Bupati, Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephan), Lemhanas, Sekretariat Negara, Departemen Sosial, Kadin serta institusi lainnya. Program ini menggunakan program jemput bola langsung turun ke Sekolah, Perguruan Tinggi, karang Taruna maupun organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.
Federasi NGO Indonesia akan menata manajemen LSM yang baik, bahkan mengeluarkan sertifikasi agar berbagai aktivitas LSM dapat diketahui secara terbuka oleh masyarakat. Sebab tidak sedikit LSM hanya menjadi alat untuk kepentingan kelompok dan golongan yang kontraproduktif bagi kemajuan bangsa. Jok
Pangdam Jaya: Ada Umat Islam Pakai 'Amar Makruf' untuk Klaim Kebenaran
5 tahun yang lalu