
Jakarta-Prediksi awal, di mana Jatim bakal juara di ajang Kejurnas Atletik Junior dan Remaja 2011 di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yang berakhir Sabtu (9/4). Akhirnya terbukti Tim Atletik Jatim keluar sebagai juara umum dengan membukukan 16 medali emas, delapan perak, sembilan perunggu.
Dua provinsi Jateng dan Jabar dari belahan Pulau Jawa belum mampu menggusur Jatim. Jateng hanya mampu menghasilkan sepuluh medali emas, tiga perak, enam perunggu. Jawa Barat di tempat ketiga dengan lima medali emas, sebelas perak, sembilan perunggu.
Pada nomor khusus 1.000 meter ini disponsori oleh PT Sido Muncul dengan produk andalannya Kuku Bima dan Tolak Angin. Yang cukup menyita perhatian penonton adalah penampilan Septiana yang tampil tanpa sepatu. Meski berpostur kecil, namun siswi SMP Cepu, Jateng ini mampu mencapai garis finis di posisi terdepan, walaupun sempat tercecer di urutan ketujuh pada putaran pertama.
Septiana Dita Sari juga garis finis di urutan pertama dengan waktu 2:55,97. Diikuti kemudian di posisi kedua Dessy Pelamonia (Maluku) 2:59,78, dan ketiga Ambar Winarsih (Jateng) 3:03,21. Sedangkan di bagian putra, waktu tercepat dibuat Slamet Wahyu Jati dari Jateng 2:33,92. Peringkat kedua ditempati Rikat Hardi (Bangka Belitung) 2:37,79. Posisi ketiga Imam Kristiawan (Jateng) 2:39,15. Catatan waktu mereka terpaut jauh dari limit waktu untuk mendapatkan beasiswa
Sementara pada lomba lari nomor khusus Bob Hasan 1.000 meter remaja putra-putri bonus yang disediakan sejumlah Rp 500 juta gagal diraih para peserta. Ketua Umum PB PASI Bob Hasan menjanjikan bonus bea siswa Rp 500 juta bagi pelari yang mampu membukukan waktu 2 menit, 20 detik untuk putra dan 2 menit, 45 detik untuk putri.
Dua medali emas yang direbut pelari Jateng itu, tak mampu untuk menggejar difisit medali atas Jatim. Sedangkan Medali emas terakhir Jatim diraih pada pertandingan penutup lari 4 X 400 meter estafet junior putra. Kuartet Yesyurun, Rio Anggoro, Endro Kusworo, dan M. Rega Akbar membukukan waktu terbaik 3 menit, 26,44 detik. Jordan
Pangdam Jaya: Ada Umat Islam Pakai 'Amar Makruf' untuk Klaim Kebenaran
5 tahun yang lalu