
JAKARTA - Meski saat ini, masih dalam upaya penyelesaian desain dasar Mass Rapid Transit (MRT) tahap I Lebakbulus-Dukuhatas, namun Pemprov DKI Jakarta telah mempersiapkan pembangunan MRT tahap II atau lanjutannya yang menempuh rute Dukuhatas-Kota. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta meminta komitmen Pemerintah Pusat untuk kembali turut serta dalam pembiayaan proyek pembangunan kereta bawah tanah tersebut. Rencananya, tahap II akan dibangun setelah pembangunan rute Lebakbulus-Dukuhatas rampung pada 2016 mendatang.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengharapkan, pembiayaan proyek tersebut dilakukan dalam sistem yang sama pada tahap I. Artinya, pembagian pengembalian beban pinjaman diharapkan sama dengan beban pinjaman untuk tahap I, yakni 52 persen ditanggung Pemerintah Pusat dan 48 persen dibebankan ke Pemprov DKI Jakarta. Sedangkan sumber pembiayaan masih akan tetap bersumber pada pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA), yang juga membiayai rute MRT koridor I.
Menurutnya, usulan pembiayaan ini sudah disampaikannya kepada Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. “Kami harapkan bisa berjalan sesuai rencana sehingga pembangunan MRT bisa berjalan secara sinergis,” ujar Fauzi Bowo usai bertemu perwakilan JICA di Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (26/4).
Melalui komitmen pembiayaan ini, diharapkan, pembangunan MRT akan terbangun secara sinergis bukan hanya menghubungkan kawasan utara ke selatan saja, namun juga dari barat ke timur. Sehingga jangkauan layanannya bisa menyeluruh dan bisa melayani lebih banyak penumpang lagi.
“Diperkirakan, dana untuk pembangunan MRT tahap II ini lebih besar dibandingkan tahap I. Sebab, pembangunan akan difokuskan di bawah tanah yang tidak memakan biaya sedikit dalam pelaksanannya,” paparnya.
Terkait rencana pembangunan fisik, MRT tahap II akan dibangun sepanjang 8,9 kilometer dengan sembilan stasiun. Dari sembilan stasiun itu, delapan di antaranya dibangun di bawah tanah, dan satu di antaranya yakni di Kampungbandan dibangun di atas permukaan tanah. Rencana pembangunan MRT tahap II sudah memasuki tahap pre feasibility study atau studi pra kelaikan. Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan kajian analisis dan dampak lingkungan (Amdal) lanjutan, yang sebelumnya sudah dilaksanakan sebelum tahap pra kelaikan.
Sementara itu, rencana pembangunan MRT tahap III dengan rute Balaraja–Cikarang (West-East), Fauzi menerangkan, belum memasuki tahap pra kelaikan. Sedangkan untuk sumber pembiayaan masih terbuka, bisa dari pinjaman JICA atau sumber lainnya. Ary
Pangdam Jaya: Ada Umat Islam Pakai 'Amar Makruf' untuk Klaim Kebenaran
5 tahun yang lalu