Selamat Datang di BLOG KORAN METRO REALITAS -- Menyajikan Beragam Informasi Peristiwa dan Olahraga
« »

Anom, Calon Bintang Masa Depan

Minggu, 25 April 2010


MAKASSAR- Selain Hasril Mamma, Muh. Hamgari, Istiqama, dan Valeri Geraldine Onthoni, dan Jessica ada satu bintang kolam renang yang jadi buah bibir di event Real Good Kejuaraan Renang Kelompok Umur (KU) Piala Menpora Seri II 2010 yang digelar di Stadion Renang Andi Mattalata, Makassar.

Ya, dia adalah Dewa Gede Anom Artha Tanaya. Putra pasngan Dewa Made Juliantara dan Ketut Wiwin, satu-satunya peserta yang datang paling jauh di luar kota Makassar. Namun prestasi yang ditoreh pelajar Kelas 4 SDN VI Dauh Puri Denpasar ini cukup speltakuler. Bayangkan, seluruh nomor yang dipertandingkan semuanya disambar dengan kepingan medali emas.

Di hari pertama event Real Good Kejuaraan Renang Kelompok Umur (KU) Piala Menpora Seri II 2010, misalnya Gede Anom mengoleksi empat medali emasdi hari pertama melalui nomor 100 meter gaya punggung KU IV, 200 meter gaya ganti KU IV, 200 meter gaya bebas KU IV, dan 50 meter kupu-kupu KU IV. Sementara di hari kedua Gede Anom turun di dua nomor, dua-duanya berhasil meraih medali emas, yakni di nomor 50 meter gaya punggung KU IV dan 50 gaya bebas KU IV. Begitu jga hari terakhir, Gede Anom mampu meraup tiga medali emas.

“Saya mulai berenang kelas 2 SD. Itupun dari sekolah karena ada pelajaran ekstrakurikuler, di mana harus memilih salah satu cabang olahraga. Kebetulan saya pilih renang. Eh lama kelamaan saya jadi senang. Saya juga tidak menyangka bisa meraih medali emas sebanyak ini. Yang pasti senanglah,” ujar Gede Anom begitu polos yang bercita-cita jadi dokter.

“Dia calon perenang hebat. Dari gayanya berenang saja sudah kelihatan. Ketika bertanding di nomor 50 meter gaya kupu-kupu KU IV, misalnya dia jauh meninggalkan rekan-rekannya. Bahkan, hamper 25 meter para pesaingnya ditinggalkan,” ujar Lukman Niode, penggagas event Real Good Kejuaraan Renang Kelompok Umur (KU) Piala Menpora.

Untuk itu, kata Lukman, bakat-bakat alam yang telah ditemukan harus dipoles dan dibina dengan benar. Sebab, jika ssitem pembinaannya salah, maka sang calon bintang tidak bisa berkembang.

“Di sinilah peran para Pembina. Sekarang ini sulit mencari bibit-bibit baru. Selain minimnya event yang digelar juga keterbatasan dana. Untuk itu, kita harus giat mendatangkan sponsor. Contohnya Real Good dari JAPFA, kita bersyukur mereka mau mensponsori olahraga renang. Apalagi, sekarang olahraga sudah merupakan industri,” papar Lukman Niode yang juga Ketua Umum PRSI DKI Jakarta. Jok