Selamat Datang di BLOG KORAN METRO REALITAS -- Menyajikan Beragam Informasi Peristiwa dan Olahraga
« »

9,3 Persen Siswa Tak Lulus UN SMA

Selasa, 27 April 2010


JAKARTA - Sungguh mengejutkan, angka kelulusan UN SMA di DKI tahun 2010 ini mengalami sedikit penurunan jika dibanding tahun 2009 lalu. Dari total 60.135 peserta UN, yang dinyatakan lulus sebanyak 54.525 siswa dan yang tidak lulus mencapai 5.610 siswa atau 9, 3 persen. Sedangkan tahun 2009, dari total 57. 509 siswa, yang dinyatakan lulus mencapai 55. 530 siswa dan yang tidak lulus hanya 1. 979 siswa .

Demikian halnya pada tingkat kelulusan siswa SMK, pada tahun 2010, dari total 64.813 peserta UN, yang dinyatakan lulus sebanyak 59.744 siswa dan yang tidak lulus mencapai 5.069 siswa atau 7,82 persen. Padahal, pada tahun 2009 lalu, dari peserta UN SMK sebanyak 57. 914 siswa, yang dinyatakan lulus mencapai 55. 915 siswa dan yang tidak lulus hanya 1.999 siswa.

"Jangan dibilang tidak lulus. Itu data sementara. Masih ada ujian ulangan. Siapa tahu saat ulangan lulus, data kan berubah," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, Senin (26/4). Bagi siswa yang tidak lulus UN, Pemprov DKI memang telah menyiapkan waktu untuk UN ulangan pada tanggal 10 – 14 Mei mendatang.

Pengumuman kelulusan UN dilakukan di tiap sekolah yakni mulai pukul 10.00. Kendati begitu, tidak ada aktivitas corat-coret seragam sekolah sebagai tanda luapan kegembiraan. Siswa hanya saling berjabat tangan dan mengucapkan selamat atas kelulusan tersebut pada satu sama lain. Fenomena seperti ini terlihat pada sejumlah sekolah seperti di SMA 70 Blok M, SMA 8 Tebet, SMA 6 Bulungan.

Terkait dengan angka kelulusan UN SMA/SMK, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan, walau ada penurunan angka kelulusan UN SMA/SMK tahun 2010 namun hal itu belum bisa dikatakan final. Sebab siswa yang tidak lulus UN masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulangan pada tanggal 10 – 14 Mei mendatang.

Taufik berharap, pihak sekolah bisa memberikan fasilitas yang lebih intensif bagi siswa yang gagal dalam UN. Sebab dari hasil ujian yang telah dilakukan, ternyata tidak semua nilai siswa itu berada di bawah nilai rata-rata, akan tetapi ada juga nilai yang di atas rata-rata. “Kebanyakan siswa hanya anjlok di salah satu mata pelajaran, karena mungkin tidak terlalu fit atau penyebab tertentu sehingga nilanya turun," ujar Taufik Yudi.

Selanjutnya ia menyebutkan bahwa pada tahun 2009, siswa yang lulus UN SMA sebanyak 95,8 persen, sedangkan pada tahun 2010 ini hanya 90,672 persen. Demikian halnya angka kelulusan UN SMK, turut mengalami penurunan. Pada tahun 2009 siswa yang lulus sebanyak 97,65 persen namun tahun 2010 ini yang lulus hanya 92,18 persen.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI, Inggard Joshua, mengatakan, banyaknya siswa DKI yang tidak lulus itu harus diverifikasi. Apakah benar persentase siswa yang tidak lulus itu mencapai 9,3 persen atau tidak. Jika angka itu tidak berubah maka harus dilakukan evaluasi total untuk mengetahui faktor apakah yang menyebabkan siswa tidak lulus dan di sekolah mana saja. “Ini mengingat informasi yang masuk ke dewan bahwa sebanyak 263 siswa mendapatkan nilai 10 dalam UN. Tentunya angka 10 itu membanggakan. Tapi kenapa yang tidak lulus bertambah banyak,” tukasnya.

Inggard juga menyebutkan bahawa untuk meningkatkan kualitas siswa di DKI maka kepala Dinas Pendidikan DKI harus mengevaluasi aparat di bawahnya. Mulai dari tingkat sudin hingga kepala sekolah. Sebab, yang pasti banyaknya siswa yang tidak lulus bukan lantaran sulitnya materi UN tahun ini. Mengingat materi UN telah disesuaikan dengan kurikulum. "Harus ada upaya peningkatan kualitas. Kalau kurang ya harus ditingkatkan. Sisi mana yang harus diperbaiki," pungkasnya.