Selamat Datang di BLOG KORAN METRO REALITAS -- Menyajikan Beragam Informasi Peristiwa dan Olahraga
« »

Pabrik Bakso Buang Limbah di Saluran Air

Jumat, 19 Maret 2010


JAKARTA - Warga Jl Sawahlio I RT 01/01 Kelurahan Jembatanlima, Tambora, Jakarta Barat, dua tahun terakhir ini tidak bisa menghirup udara bersih. Hal itu dikarenakan pabrik bakso yang berdiri di daerah tersebut tidak memperhatikan lingkungan.

Pabrik yang memproduksi bakso merek Monalisa itu, seringkali membuang limbah minyak bekas penggodokan daging yang sudah menggumpal ke dalam saluran air warga, sehingga saluran air warga menjadi mampet dan meninggalkan bau tidak sedap.

Usman Blahmar, salah seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan pabrik mengaku, setiap hari mencium bau busuk dari saluran air yang berada di depan rumahnya. Bahkan, saat turun hujan air yang meluap ikut membawa limbah bakso itu keluar saluran, dan menyasar ke dalam perkarangan rumah warga. “Tiap hari kami harus mencium bau busuk. Kalau hujan turun, pasti limbah itu masuk ke pekarangan rumah saya," ungkapnya, Jumat (19/3).

Dia berharap, agar pihak kelurahan segera memperingati pemilik pabrik, karena limbah yang dibuang sembarangan sangat mengganggu warga sekitar. “Saya sudah sampaikan keluhan ke kelurahan, tapi sampai sekarang limbah pabrik itu masih dibuang sembarangan," keluhnya.

Ketua RW 01, Zaenudin Nur membenarkan, adanya bau busuk yang ditimbulkan dari limbah pengolahan daging yang dibuang sembarangan. Pihaknya, bahkan telah telah meminta agar pemilik pabrik yang diketahui bernama Anyan memperhatikan pembuangan limbah pabriknya tersebut.

“Kita sudah sampaikan keluhan warga kepada pemilik pabrik, tapi sepertinya tidak ditanggapi. Masalah ini juga pernah kita laporkan ke Kantor Pengelola Lingkungan Hidup (KPLH), namun hingga saat ini kelanjutannya tidak ada,” sesalnya.

Kapala Kantor Pengelola Lingkungan Hidup (KPLH) Jakarta Barat, Yosiono Anwar Supalal berjanji segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut. Pihaknya juga akan melakukan pengecekan ke lokasi dan melakukan uji laboratorium terhadap limbah pabrik.

“Bila membahayakan lingkungan, pabrik itu harus membuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Kita juga akan tindaklanjuti keluhan warga dengan menguji limbah yang dibuang,” tandasnya. Jok/Bjc